DEMAM PADA ANAK

Setiap orang tua pasti pernah mengalami hal yang sangat mengkhawatirkan ini. Tapi tahukah bunda bahwa demam pada anak tidak berarti anak anda sedang terserang suatu penyakit. Sehingga demam anak anda tidak harus selalu diberikan obat penurun panas.
Hal ini dialami sendiri oleh saya sewaktu membawa anak ke dokter di Rumah Sakit Surabaya Internasional. Menyimpulkan perkataan dari Dr. Sumaryono SpA. bahwa anak yang demam dengan suhu kurang dari 39° Celsius sebaiknya tidak diberikan obat penurun panas karena demam pada anak belum tentu merupakan tanda bahwa anak tersebut sedang terserang suatu penyakit karena demam itu sendiri bisa jadi pertanda bahwa tubuh anak sedang berjuang untuk melawan infeksi, yang berarti sebenarnya demam pada anak merupakan suatu hal yang positif bagi daya tahan tubuh anak. Hanya saja ibu-ibu biasanya tidak tega melihat anak yang demam karena anak menjadi rewel, tidak bisa tidur, tidak nyaman dan akhirnya ibunya jadi tidak bisa istirahat juga maka beliau menyarankan apabila suhunya mencapai 38.5° Celsius boleh diberikan obat penurun panas.
Setelah mendengar perkataan beliau maka saya mencoba untuk tidak selalu memberikan obat penurun panas setiap anak demam. Hasilnya memang terbukti pada saat anak demam saya tidak selalu memberikan obat panas dan hari selanjutnya anak saya justru bisa beraktivitas seperti biasa dan daya tahan tubuhnya semakin kuat, padahal sebelumnya sering sekali terserang flu. Terkadang demam anak memang mengkhawatirkan apabila terjadi lebih dari 1x. Kedua anak saya pernah mengalami demam setiap malam selama 3 hari berturut-turut hal ini sangat mengkhawatirkan karena ditakutkan itu adalah suatu gejala penyakit tertentu. Saya mencoba untuk tidak memberikan obat penurun panas jika suhu badannya kurang dari 38.5° Celsius. Akhirnya saya ke dokter lagi untuk berkonsultasi dengan dokter lain di Rumah Sakit yang sama yaitu Dr. Arya Tjahyadi SpA. dan beliau mengatakan bahwa anak saya tidak mengalami suatu gejala apapun, dan demam tersebut hanya demam biasa sebagai reaksi tubuh untuk melawan infeksi, dan ternyata Alhamdulillah anak saya sehat.
Hal ini diperkuat dengan artikel yang sengaja saya cari di internet yang di tulis oleh :
Larissa Hirsch, MD.
Artikelnya dapat anda lihat di : http://kidshealth.org/parent/general/body/fever.html
Hanya saja mungkin tidak memberikan obat penurun panas pada saat anak demam tidak semudah bila kita hanya berbicara, prakteknya jauh lebih sulit. Tidak mudah bagi seorang ibu melihat anaknya merasakan demam tinggi dan tidak melakukan apapun, belum lagi bila saat anak demam di rumah sedang ada orang tua, mertua atau saudara lain yang tidak mengerti akan hal ini mungkin ibu-ibu bisa dianggap sebagai orang tua yang tega melihat anaknya menderita.
Ass.wr.wb
pAk postingannya bagus sekali
BAIK TERIMAKASIH